Kembali ke Blog
Berita Industri
Baca 6 menit

Apa Itu Visa Engineer/Specialist in Humanities/International Services (Gijinkoku)? Hal Penting yang Perlu Diketahui Perusahaan Perekrut

TK

Team KakehashiX

15 Juli 2026
395
Apa Itu Visa Engineer/Specialist in Humanities/International Services (Gijinkoku)? Hal Penting yang Perlu Diketahui Perusahaan Perekrut

Poin Utama

●        Gijinkoku adalah visa kerja dengan “hubungan kerja langsung” untuk tenaga profesional setara lulusan universitas, yang tidak memerlukan organisasi pengawas maupun organisasi pendukung terdaftar.

●        Visa ini terbagi ke dalam tiga bidang—Engineer, Specialist in Humanities, dan International Services—yang mencakup beragam pekerjaan seperti insinyur, penerjemah lisan/tulisan, penjualan internasional, dan desainer.

●        Dua syarat inti yang menentukan persetujuan adalah “relevansi antara jurusan/riwayat kerja pelamar dengan tugas pekerjaan” dan “remunerasi setara atau di atas warga negara Jepang”.

●        Sebagai “visa karier” yang dapat diperpanjang dan juga diperhitungkan untuk syarat izin tinggal permanen, visa ini bisa menjadi pilihan yang menguntungkan bagi perusahaan dari sisi retensi.

Apa Itu Gijinkoku?

“Engineer/Specialist in Humanities/International Services” adalah salah satu status kependudukan yang ditetapkan Immigration Services Agency of Japan, yang setara dengan apa yang di luar negeri disebut “visa kerja”. Karena nama resminya panjang, dalam praktik istilah ini umumnya disingkat menjadi “Gijinkoku”.

Status kependudukan ini secara garis besar terbagi ke dalam tiga bidang:

●        Engineer: Pekerjaan yang menerapkan pengetahuan khusus di bidang sains dan teknik seperti TI dan rekayasa (systems engineer, perancang mesin, dsb.)

●        Specialist in Humanities: Pekerjaan yang menerapkan pengetahuan khusus di bidang ilmu sosial dan humaniora seperti hukum, ekonomi, manajemen bisnis, dan pemasaran

●        International Services: Pekerjaan yang menerapkan keterampilan bahasa dan pemahaman lintas budaya (penerjemahan lisan/tulisan, penjualan ke luar negeri, operasional perdagangan, dsb.)

Bila Specified Skilled Worker (SSW) mempersyaratkan “keterampilan” yang mencakup pekerjaan lapangan, Gijinkoku berbeda secara mendasar karena mempersyaratkan “keahlian” setara lulusan universitas. Pekerjaan sederhana yang tidak menuntut pengetahuan khusus—seperti kerja di lini produksi pabrik atau pelayanan di lantai restoran—berada di luar cakupan Gijinkoku.

Mengapa “Hubungan Kerja Langsung” Penting bagi Perusahaan Perekrut

Ciri terbesar Gijinkoku adalah bentuknya sebagai “hubungan kerja langsung” yang tidak melewati organisasi pengawas (diperlukan untuk Technical Intern Training / Employment for Skill Development) maupun organisasi pendukung terdaftar (diperlukan untuk Specified Skilled Worker). Hal ini membawa sejumlah keuntungan praktis bagi perusahaan perekrut.

●        Tidak ada biaya komisi dukungan bulanan: Pada Specified Skilled Worker, komisi dukungan bulanan sekitar 20.000–30.000 yen kepada organisasi pendukung terdaftar adalah hal yang lazim, tetapi struktur biaya semacam itu sama sekali tidak ada pada Gijinkoku.

●        Prosedur lebih sederhana: Tidak diperlukan prosedur yang dimediasi organisasi pendukung, seperti penyusunan rencana dukungan atau pelaporan berkala, sehingga prosesnya mendekati perekrutan karyawan Jepang pada umumnya.

●        Dapat diperpanjang dan menjadi jalan menuju izin tinggal permanen: Gijinkoku dapat diperpanjang berulang kali, dan masa tinggal di atas periode tertentu juga diperhitungkan dalam persyaratan pengajuan izin tinggal permanen. Karena merupakan visa yang memungkinkan prospek karier jangka panjang, visa ini juga menguntungkan dari sisi retensi talenta.

Dua Syarat Inti yang Menentukan Persetujuan

Di antara banyak persyaratan dalam pemeriksaan visa Gijinkoku, dua poin berikut paling ditekankan.

1. Relevansi antara Jurusan/Riwayat Kerja dengan Tugas Pekerjaan

Isi jurusan kuliah pelamar, atau keahlian yang terbentuk lewat riwayat kerja, harus relevan dengan tugas pekerjaan yang sebenarnya. Sebagai contoh, dibutuhkan konsistensi seperti merekrut lulusan manajemen bisnis sebagai akuntan, atau merekrut lulusan teknik informatika sebagai systems engineer. Jika relevansi ini dinilai lemah, risiko penolakan meningkat.

2. Remunerasi Setara atau di Atas Warga Negara Jepang

Pada visa Gijinkoku, membayarkan remunerasi yang setara atau di atas karyawan Jepang yang menjalankan tugas yang sama merupakan persyaratan hukum. Level remunerasi tidak boleh diturunkan semata karena yang bersangkutan adalah talenta asing. Poin ini harus selalu diperhitungkan saat menyusun anggaran perekrutan.

Syarat Pendidikan dan Pengalaman Kerja

Untuk memperoleh visa Gijinkoku, salah satu dari berikut ini harus dipenuhi:

●        Lulus dari universitas (gelar sarjana atau lebih tinggi) di Jepang maupun di luar negeri

●        Lulus dari sekolah kejuruan di Jepang dan memegang gelar Diploma (Senmonshi) atau Advanced Diploma (Kodo Senmonshi)

●        Untuk bidang Engineer / Specialist in Humanities, pengalaman praktis 10 tahun atau lebih (masa mempelajari mata pelajaran terkait di SMA atau sekolah kejuruan dapat diperhitungkan)

●        Untuk bidang International Services, pengalaman praktis 3 tahun atau lebih

Bahkan ketika syarat pendidikan tidak terpenuhi, fakta bahwa syarat itu dapat digantikan dengan sejumlah pengalaman praktis merupakan poin penting yang memperluas pilihan perekrutan.

[Tabel Perbandingan] Informasi Dasar Visa Gijinkoku

 

Item

Rincian

Talenta sasaran

Tenaga profesional setara lulusan universitas (Engineer / Specialist in Humanities / International Services)

Bentuk hubungan kerja

Hubungan kerja langsung (tidak perlu organisasi pengawas atau organisasi pendukung terdaftar)

Syarat pendidikan

Lulusan universitas atau lebih tinggi, atau lulusan sekolah kejuruan + Diploma/Advanced Diploma

Substitusi lewat pengalaman

Engineer / Specialist in Humanities: 10+ tahun / International Services: 3+ tahun

Syarat remunerasi

Setara atau di atas warga negara Jepang

Perpanjangan

Dimungkinkan (tanpa batas jumlah perpanjangan)

Perhitungan untuk izin tinggal permanen

Berlaku (dihitung sebagai masa tinggal)

Tugas di luar cakupan

Pekerjaan sederhana seperti kerja di lini produksi pabrik dan pelayanan di lantai restoran

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

T: Apa bedanya visa Gijinkoku dengan Specified Skilled Worker?

J: Gijinkoku adalah visa hubungan kerja langsung untuk tenaga profesional setara lulusan universitas dan tidak memerlukan organisasi pengawas maupun organisasi pendukung terdaftar. Specified Skilled Worker menyasar pekerja lapangan di bidang-bidang yang ditetapkan (diperluas dari 16 menjadi 19 bidang lewat keputusan kabinet pada Januari 2026) dan, dalam banyak kasus, memerlukan kerangka dukungan melalui organisasi pendukung terdaftar. Keduanya berbeda baik dari sisi talenta sasaran maupun struktur hubungan kerjanya. Untuk perbandingan terperinci, lihat artikel terkait “Perbandingan Menyeluruh Gijinkoku, Specified Skilled Worker, dan Employment for Skill Development”.

T: Jenis pekerjaan apa saja yang bisa direkrut lewat visa Gijinkoku?

J: Contoh yang representatif meliputi systems engineer, perancang mesin, penerjemah lisan/tulisan, staf penjualan ke luar negeri, staf operasional perdagangan, desainer, serta posisi administratif seperti akuntansi dan SDM. Untuk hubungan antara daftar jenis pekerjaan yang terperinci dengan syarat pendidikan, lihat artikel terkait “Jenis Pekerjaan dan Syarat Pendidikan untuk Visa Gijinkoku”.

T: Bisakah kami merekrut talenta yang tidak memenuhi syarat pendidikan?

J: Bisa. Di bidang Engineer / Specialist in Humanities, pengalaman praktis 10+ tahun, atau di bidang International Services 3+ tahun, dapat menggantikan syarat pendidikan. Namun, relevansi dengan tugas pekerjaan tetap menjadi objek pemeriksaan.

T: Mengapa perekrutan Gijinkoku atas talenta Indonesia belakangan ini meningkat?

J: Di Indonesia, jumlah universitas yang menyelenggarakan pendidikan bahasa Jepang terus bertambah, sehingga memperluas pasokan talenta berbahasa Jepang termasuk pemegang JLPT (Japanese-Language Proficiency Test). Dipadukan dengan kekurangan tenaga kerja di dalam negeri Jepang, Indonesia menarik perhatian sebagai sumber pasokan talenta profesional yang kuat untuk direkrut lewat visa Gijinkoku. Untuk detailnya, lihat artikel terkait “Mengapa Talenta Indonesia Menarik Perhatian dalam Rekrutmen Gijinkoku”.

Kesimpulan—Gijinkoku Memadukan “Keahlian” dan “Hubungan Kerja Langsung”

Visa Gijinkoku adalah pilihan yang secara praktis sederhana bagi perusahaan perekrut, karena memungkinkan perekrutan langsung tenaga profesional setara lulusan universitas tanpa melewati organisasi pengawas maupun organisasi pendukung terdaftar. Meski begitu, premisnya adalah terpenuhinya dua syarat inti: relevansi antara jurusan/riwayat kerja dengan tugas pekerjaan, dan kesetaraan remunerasi.

KakehashiX menyediakan dukungan menyeluruh—mulai dari penjaringan hingga pencocokan—atas talenta Indonesia bersertifikat JLPT yang dapat direkrut lewat visa Gijinkoku. Perusahaan yang mempertimbangkan perekrutan dipersilakan mendaftarkan perusahaannya atau menghubungi kami di kakehashi-x@ventures-link.com.

Sumber

  • Tentang Penjelasan Status Kependudukan “Engineer/Specialist in Humanities/International Services” | Immigration Services Agency of Japan

  • Immigration Services Agency of Japan — status dan prosedur Engineer/Specialist

 

Tentang Penulis

TK

Team KakehashiX

Contributing writer at KakehashiX, sharing insights on Japan-Indonesia professional connections and career development.